Postingan

Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang

Gambar
Melihat kesalahan orang lain adalah hal yang sangat mudah. Apalagi saat tidak senang dengan seseorang,   hal sekecil apa pun sering tak terluput dari pandangan manusia. Tanpa sadar, saat menunjuk orang, menuding orang dengan satu jari, maka empat jari yang lain menunjuk kearah diri sendiri. Ini ungkapan yang begitu sering dipakai manusia untuk menunjukkan betapa di dalam diri kita pun ada banyak kekurangan sebelum kita menunjuk pada kekurangan orang lain. Permasalahan tidak akan pernah selesai, saat kita hanya melihat kekurangan orang lain. Tuhan mengajak kita lebih dalam, untuk melihat kedalaman diri kita bahwa kita ini pun orang yang kurang sempurna, orang yang banyak kesalahan. Daripada mengutuki mawar yang berduri, lebih baik kita mengagumi keindahan kelopak-kelopak bunganya, dengan demikian kita akan menerima duri yang menjadi bagian dari bunga mawar itu. Dari pada mengutuki kekurangan sesama kita, kekuragan yang ada disekitar kita, kekurangan yang ada di pemerintah...

Ia yang mempunyai, ia-lah yang mampu memberi

Gambar
Setiap orang pernah mengalami dicintai dan mencintai. Pengalaman cinta akan membuat manusia menjadi lebih kreatif, lebih hidup. Seorang ibu atau ayah yang mencintai anak-anaknya akan merelakan seluruh dirinya untuk bekerja keras demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Seorang anak yang mencintai orang tuanya akan berjuang melampaui kesulitan hidupnya dan memberikan kebahagiaan dan persembahan yang terbaik baik orang tuanya. Demikian juga setiap pasangan akan menunjukkan cinta pada pasangannya dengan kesetiaan dan pengorbanan yang besar melampaui keterbatasan diri sendiri. Pengalaman manusiawi ini, menjadi gambaran yang menyatakan cinta manusia, cinta kita pada yang Ilahi. Tidak ada cinta tanpa perbuatan. Tidak ada cinta tanpa pengurbanan dan pemberian diri. Hanya orang yang pernah mengalami cintalah yang mampu memberi cinta pada sesama. Hanya mereka yang pernah diampunilah yang mampu memberikan pengampunan pada sesamanya. Maka yang perlu kita renungkan adalah saat mana kita su...

Remah-Remah Kehidupan

Gambar
LET IT BE... dengan semangat aku mengambil flasdisk kesayanganku. dengan satu tujuan, mengerjakan tugas-tugas kuliah. kubuka file2 yang ada berulang-ulang, tapi tak bisa.. kenapa ini?? teman-temanku bilang, waahh ini kena virus.. mak jlebbb..semua file kuliahku ada di situ dan semua kena virus? bisa dibuka nggak??? ya gak bisa lagi... aku diam sejenak. sungguh menyayangkan, aku tidak memback-up file2 itu. sedih, dan tak tau mengawali dari mana. apa yang harus aku perbuat, menangisi semuanya.. tiba-tiba aku teringat satu kata" Let It Be".. apa?? membiarkan nya terjadi begitu saja?? masih ada pertentangan dalam batinku.. namun kemudian... dalam sebuah pertanyaan "Apa yang Tuhan Mau?" membawaku pada kebenaran kata-kata ini..Let It Be. ada banyak hal di luar kendaliku sebagai manusia. ada hal-hal di luar dugaan ku..aku tak tahu apa yang terjadi kedepan.. peristiwa yang kualami ini adalah peristiwa sederhana, yang dengan "membesarkan hati" mengat...

Perjumpaan yang mengubah

Gambar
Berjumpa dengan Tuhan, mengubah diri menjadi berbuah bagi kehidupan Orang Majus dari Timur datang ke Yerusalem. Mereka mencari dan bertanya-tanya “Dimanakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan? Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk timur dan kami datang untuk menyembah Dia”. Mendengar pengakuan para Majus, Herodes sangat terkejut. Maka ia menyuruh para majus itu untuk mencari tahu tentang Yesus yang baru lahir. Ia melakukan ini, bukan untuk menyembah Yesus seperti yang ia katakan namun ia ingin membunuh Yesus. (bdk Mat Mat 2:1-12) Dalam perjalanan para Majus mengikuti bintang sampai akhirnya mereka berjumpa dengan Yesus. Mereka sujud menyembah dan bersuka cita. Mereka mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Kisah ini diakhiri dengan kata-kata “karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.” Inilah lambang pembaharuan diri. Setiap orang yang sudah berjumpa dengan Allah-para majus bertemu dengan Yesus- tak ...

Hiduplah dalam cinta

Gambar
Tanpa cinta, hidup menjadi gersang. Tanpa cinta, hidup berjalan seadanya. Tanpa cinta, hidup tanpa cita-cita, bisu dan kaku, Tempatkan cinta di dalam hati, maka cinta itu akan menjadi indah. Cinta akan menjadi kekuatan Ilahi yang mengubah duri menjadi mawar, cuka menjadi madu. Cinta mengubah kesedihan menjadi kegembiraan. Cinta mengubah kemarahan menjadi keramahan. Cinta mengubah kecerewetan menjadi nyanyian. Cinta mengubah keputusasaan menjadi pengharapan. Itulah cinta sang Ilahi, yang setia merengkuh hidup ini dari hari ke hari Semoga cinta Ilahi senantiasa mekar dalam diri setiap insan, bagaikan mawar yang terus membuka diri untuk mengangungkan sang pencipta.  With Love, Sr Maria Rosa PI