Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kemah jiwa

DIAN

Gambar
  “Aku ingin kuliah!! Aku ingin seperti yang lain!! Aku ingin merubah hidupku!! Tapi pada realitanya, semua itu bagaikan impian yang tak dapat kuraih, setiap kali orang bertanya tentang kuliah, aku merasakan ada sesuatu yang tidak nyaman dalam hatiku” katanya seraya menyeka air mata. Hidup ini, kadangkala seakan berlaku tak adil bagi kita. Betapa tidak, tubuh mungil yang seakan lebih dewasa dari umurnya harus berjuang menapaki hidup yang tak mudah. Bukan hanya melalui versinya dia, tetapi aku pun melihat sedikit jejak perjuangannya. Memang tak mudah. Di usianya yang masih muda, dia harus menanggung beban keluarganya. Dian. Aku teringat pada namanya. Bukankah Dian adalah lambang terang? Dimanakah dia bercahaya sangat terang? Dalam gelap! Ya, dalam kegelapan. Teruslah bercahaya Dian, walau hidup memang tak mudah. Justru dalam penderitaan itulah kamu akan semakin menemukan makna hidupmu. Apakah mudah? Menikmati gelap dan penderitaan? Sungguh, tidak. Tetapi percayalah, selalu a...

HODIE INCIPAM

Gambar
Allah Sang Penyelenggara, t elah jauh aku melakukan pengembaraan di dunia ini untuk menemukan kerinduan terdalam dari jiwaku yakni:  "Bersatu dengan Engkau" Pernah aku menjumpai-Mu dalam hidup ini, tetapi entah mengapa, aku melepaskanmu lagi dan kembali mencari dalam hidupku. Semakin aku ingin mencarimu, semakin ku temukan diriku yang rapuh dan gagal.  Dalam perjalanan inilah aku belajar bahwa aku tak dapat berjalan sendiri.  Pada cinta-Mulah aku harus selalu menggantungkan diri. Tuhan, aku akan memulai lagi untuk mengikatkan diri pada-Mu. Tak peduli seberapa sering aku jatuh dan harus bangkit lagi. Tuhan, aku akan mulai lagi mengejar waktu-waktu keterlambatan dan  kedangkalan dalam mencintai-Mu. Aku yakin satu hal: penyelenggaraan-Mu akan membimbing segalanya pada kebaikan.  Peganglah hatiku dan isilah dengan cinta-Mu saja. "Hodie Incipiam"  —hari ini, aku mau memulai lagi.       Sr Maria Rosa PI

HIDUP BERARTI BELAJAR BERTAHAN DALAM KEPAHITAN HIDUP

Gambar
. Malam ini, aku berjalan bersama dua anak asrama putra menuju asrama. Malam ini, kami akan belajar bahasa Inggris bersama. Percakapan ku mulai “sudah makan?” “sudah suster” “bagaimana sayurnya, cukup ka tidak?’ “Cukup suster” “cukup apa dicukup-cukupkan” “cukup suster.”   “Kalau seandainya ada lagi, masih mau makan atau su cukup.” “Mau suster” “aha, itu namanya dicukup-cukupkan .” Kami tertawa sejenak. Lalu Tores melanjutkan. “Tidak apa suster, kita latihan untuk hidup susah, supaya hidup dimanapun.” Aha, kata-kata ini bagaikan hujan yang membasahi bumi di tanah yang sedang mengering. Begitu menyejukkan, begitu menghidupkan. Perkataan ini mengingatkanku pada pembicaraan ku dengan karyawan beberapa hari yang lalu “ suster nggak suka dau pepaya ya?” kata mereka “tidak, hidup su pahit, tak usah ko tambah pahit lae ” kataku sambil bercanda. “ dinikmati suster, diterima, nanti yang pahit juga bisa jadi manis ” jawaban singkat tapi menusuk. ...

Berjaga di Tapal Batas

Gambar
Hari ini kami melakukan perjalanan ke Wini dan Motaain, dua tempat yang menjadi perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Menginjakkan kaki sampai perbatasan adalah suatu mimpi ku sejak dulu. Entah mengapa, meletakkan satu tubuh pada dua negara dengan satuan waktu dan bahasa yang berbeda adalah suatu kebanggaan. Yang menarik dari perjalanan ini adalah garis yang membatasi dua negara ini. Disinilah ambang berakhirnya suatu perjalanan. Titik itu, yang memisahkan satu negara dengan negara lain, juga menjadi titik temu dari dua negara yang berbatasan. Kami, tak dapat lagi melanjutkan perjalanan melewati garis itu tanpa surat dan izin resmi, atau kami harus siap untuk diusir oleh penjaga negara tetangga. Demikian juga sebaliknya, orang   Timor leste tidak akan dapat melewati garis batas ini tanpa izin dan surat resmi. Bukankah ada satu titik dalam setiap kehidupan manusia, yang menjadi titik berhenti, mandeg dan tak dapat lagi melakukan suatu dalam hidupnya?? Tetapi titik ...

Senja di Tanah Timor

Gambar
Surup-surup telah menjumpai tanah yang ku injak. Begitu cepatnya sang terang meninggalkan kota di atas karang ini. Tetapi senja ini, begitu indah, begitu menarik hati untuk berdiam diri dan menikmatinya. Ya, keeksotisan dari suatu senja ke senja berikut adalah hal yang selalu kunantikan. Perpaduan yang sangat luar biasa. Perjalanan sang hari dari terang menuju gelap. Dua warna yang menyatu lekat di tapal batas bumi dan langit, dan hati ku selalu terhanyut dalam alunan simponi kekaguman pada yang Ilahi. Bagaimana tidak, Ia melukiskan keindahan alam yang begitu menggoda untuk tak berkutik. Awesome. Sang senja telah mem” booking ” seluruh hati ku untuk tenteram. Darinya aku belajar arti sebuah kerelaan. Kerelaan untuk meninggalkan suatu yang lama, menuju suatu yang baru. Sang senja juga menjadi saat untuk tenang dan mensyukuri suatu yang telah terjadi, mengendapkannya dalam pangkuan sang malam lalu membuat harapan baru saat mentari pagi di ufuk timur mulai menunjukkan sayapnya. ...

O, Uis Neno

Gambar
Tuhan, mau buat apa di tanah kering ini? Perjalanan ku menuju tanah Timor ini, yang kata orang dengan julukan “Kota diatas karang”, adalah perjalanan yang penuh misteri. Semua terjadi begitu saja, tanpa persiapan, tanpa tahu harus melakukan apa disni. Tetapi semangatku tidaklah surut walau melewati jalan berliku dan berbatu. Satu hal yang menyesakkan hati: tanah mengering, tanaman layu, debu berseliweran dimana-mana. Seperti pagi ini, saat aku bersemangat untuk menyiram tanaman yang mulai mengering, karyawan mengatakan, suster, “ bagaimana kita mau siram, air saja harus beli”. “Oh Uis Neno. Berilah kami hujan. Ya sudah, kalau kalian mencuci tangan atau piring, tampung saja airnya untuk kita siramkan ke tanaman yang ada. ” Begitulah yang terjadi, kami sedang menunggu belas kasih Allah untuk menurunkan hujan di tanah kering ini. Sore hari, saat aku berjalan diantara kering bebatuan di belakang poliklinik, aku menemukan daun hijau bertumbuh subur diantara batang kayu ya...

“Menyapu bersih rumah”

Gambar
  Aku menyapa karyawan rumah kami yang sedang menyapu lantai susteran. Dia manjawab sapaan ku dan lanjut berkata “lantainya disapu terus, nggak dipakai pun kok ya tetap ada debu ya suster” “makanya harus rutin dibersihkan mbak, biar nggak menumpuk debunya sampai lengket dan sulit dibersihkan” aku menimpali. Pembicaraan terhenti, sang karyawan kembali menyapu dan aku kembali melanjutkan perjalananku menuju klinik. Ya, pembicaraan itu telah terhenti tetapi hatiku masih saja bekerja mengolah kata-kata sang karyawan. “selalu ada debu yang mengotori ruangan ini, seberapa pun sering dibersihkan” Bukankah ini menunjukkan rumah spiritualitas manusia, yaitu hati? Seberapa sering dibersihkan, diolah, selalu saja ada “debu”, “kotoran ” yang dapat membuatnya tak bersih lagi. Apa yang perlu? “ketekunan untuk menyadari “debu” dalam diri dan rutin membersihkannya” Hati manusia kadang kala rapuh dan mudah terlukai, tetapi Allah adalah rahim dan penuh kasih yang dengan ta...

MEMANDANG SALIB

Gambar
Sebab, setiap orang yang memandang ular tembaga yang dipancangkan di salib itu, sembuh lah ia . Siapa yang menghendaki salib dalam hidupnya? Siapa yang menghendaki masalah dan penderitaan dalam perjalanannya? Tak seorang pun menginginkannya. Ketika seorang dihadapkan pada realita salib yang sering terjadi adalah: Menolak, tidak terima, ingin menghindar, harusnya bukan aku. Pengalaman menarik , saat aku mendengar seorang sahabat berkata “aku tidak suka padanya, maka ketika dia berbicara, aku memalingkan wajah, tidak sudi memandangnya.”   Itu yang sering terjadi, pada suatu yang tidak mengenakkan, pada suatu yang tidak kita sukai, yang ada hanyalah memalingkan wajah, menghindar dari padanya. Pesta salib suci, mengajarkan suatu rahasia kehidupan: setiap orang ditantang untuk memandang dan menerima realita salib dalam hidupnya, dan itulah yang menyembuhkan. Apakah memandang   kerapuhan, penderitaan dan ketidaksempurnaan adalah suatu yang mudah? Tentu tidak. Butuh k...

TERGESA-GESA, PERLUKAH??

Gambar
Pagi ini, aku duduk merenung di depan taman Maria. Ini taman yang masih baru, bahkan aroma cat nya msih terasa. Ada peristiwa menyedihkan terjadi dari kemarin persis di kolam sekitar gua Maria. Ikan-ikan mati satu persatu. Kemarin, kami mengangkut ikan-ikan kecil dan hari ini, kami harus merelakan kematian ikan-ikan besar. Beberapa suster dan karyawan berkomentar, “ ini karena cat nya masih berbau” yang lain menimpali “ikannya stress ditempat baru” Tetapi kemudian, aku menyimpulkan pembicaraan kami dengan kata: “TERGESA-GESA”. Ya, kolam ini masih baru, memang sudah beberapa hari didiamkan, lalu kemudian diisi air dan ikan-ikan pun dimasukkan. Kami terlalu tergesa-gesa memasukkan ikan ke dalam kolam yang baru, sehingga ikan-ikan menjadi mati. Ketergesaan, akhirnya membawa pada kematian. Injil hari ini: Yesus memanggil murid-murid-Nya, menyuguhkan suatu peristiwa yang menarik. Proses pemilihan murid-murid-Nya, diawali dengan “berdoa semalam-malaman”. Dalam menentukan ...

Be Creative

Gambar
Hari ini, aku mendampingi anak-anak TPA untuk belajar. Aku bersemangat memanggil mereka dan mengajak untuk duduk melingkar. Mereka senang, semua berlomba untuk mengambil kursi dan duduk melingkar dibantu oleh ibu pengasuh. Banyak yang tak sabar untuk mendekat saat aku masih mempersiapkan bahan pembelajaran. Hari ini, aku ingin mengajarkan mereka: berhitung sambil cap jari di kertas yang telah kusediakan angka angkanya. Apa yang terjadi pada saat pelaksanaan? Beberapa anak ikut pada apa yang ku instruksikan. Tetapi tidak berapa lama, anak-anak mulai berimajinasi sendiri. Mereka menempel sidik jari seadanya, semau dan sesuka hatinya. Awalnya aku merasa bahwa pembelajaran ku ini gagal, tetapi kemudian melihat hasil karya anak-anak, aku menemukan satu kata yang menarik: Kreatif. Menjadi kreatif adalah jiwa anak-anak. Mereka sering kali keluar dari suatu aturan yang ada, mereka tak peduli ini benar atau salah, atau bahkan ketika mereka salah pun, aku tetap menangkap ada suatu ya...

MEMELUK ERAT SALIB

Gambar
Beberapa hari yang lalu, temanku bercerita padaku bahwa ia sedang di bengkel, menunggu perbaikan mobil yang ditabrakkan oleh temannya pada pohon. Ia mengirimkan photo mobil itu, memang “babak belur”. Namun, ada hal yang menarik untuk direnungkan sebelum gambar mobil itu terkirim padaku. “bukan aku yang menabrakkan, tetapi aku yang sengsara nih..hahahah” begitu ungkapnya. Aku terdiam sejenak. Begitulah kadang kala dalam hidup. Kita menanggung suatu hal yang bukan kesalahan kita. Pikiranku melayang, terbawa pada peristiwa jalan salib. Ya! Tepat pada perhentian kelima. “Yesus ditolong oleh Simon Dari Kirene” beberapa sumber menyebutkan bahwa algojo-algojo memaksa seorang petani untuk yang baru pulang dari ladangnya untuk membantu Yesus memanggul salib Yesus. Aku mencoba masuk dalam perasaan Simon dari Kirene. Suatu kekagetan tentu ia alami, suatu penolakan tentu ia rasakan. Siapakah yang mau berurusan dengan orang yang dianggap musuh oleh semua orang, apalagi sampai harus memb...

INGATKAH KITA?

Gambar
Ingatkah kita,  bahwa tanah yang kita injak ini adalah hasil dari pertumpahan darah yang begitu hebat?  Disini, diantara pekat gelap dan suburnya tanah Indonesia ada perjuangan hidup dan mati para pahlawan. Di tanah ini, darah itu mengalirkan kehidupan agar perbudakan penjajahan diruntuhkan. Agar bangsa yang disebut kaya dan subur ini mempunyai kebebasan. Di tanah ini, darah itu mengalir agar seluruh yang menginjaknya sadar, ada kehidupan yang dikorbankan agar generasi penerusnya dapat hidup dalam persatuan. Di tanah ini, darah itu mengalir agar setiap kaki yang melangkah diatasnya sadar bahwa negara ini dibayar dengan sebuah kecintaan pada sesamanya. Maka enyahlah perseteruan karena perbedaan. Singkirkanlah perselisihan yang meretas keberagaman. Karena darah yang tertumpah ini, terlalu murah harganya jika hanya dibayar dengan kepentingan diri sendiri dan golongan. Karena peluh perjuangan dan air mata kehilangan puluhan tahun silam, terlalu saya...

BERANI HIDUP BERANI MATI

Gambar
Siapa yang ingin kenyamanan dan kebahagiaannya terganggu? Siapa yang menginginkan masalah dalam hidupnya? Siapa yang ingin tersandung batu dalam perjalanannya? Tentu siapapun tidak ingin hal itu terjadi. Tetapi realitanya, hal itu yang sering terjadi dalam kehidupan manusia. Seringkali masalah silih berganti. Jika mau naik kelas, ujiannya tentu makin berat begitu kata banyak orang. Orang mungkin mudah untuk memberi nasihat tetapi bagi yang menjalani tentu tidak mudah, sangat tidak mudah. Beberapa waktu yang lalu, saya membeli tanaman mawar sebagai ucapan proficiat untuk seorang suster. Setelah beberapa hari, bunganya mulai layu dan berguguran. Batangnya satu persatu pun mulai mengering. Karena merasa sayang untuk membuangnya, aku berinisiatif untuk memotong bagian yang kering. Setiap hari, tanaman disiram dan mendapatkan kehangatan matahari. Dan apa yang terjadi??? tak lama berselang dari waktu aku memotongnya, telah tumbuh tunas-tunas baru dan lebih menggembirakan lagi, tunas itu mu...

RINDU

Gambar
                                                             KATAKAN PADAKU.... Apakah rindu itu bertuan? Jika ya, kepada siapakah aku akan mengadukan segala rasa yang berseliweran dalam angan dan rasa ini? Milik-Mu kah itu Tuhan?? Ataukah engkau sendiri adalah sang rindu itu? Ada sebuah hasrat yang dalam untuk berjumpa bahkan saat ia ada dihadapanku. Ya, kerinduan yang tak dapat dibahasakan dengan begitu sempurna, sebagaimana aku menarasikan dengan apik setiap peristiwa yang muncul dalam penglihatan, pendengaran dan perasaanku. Rindu, terasa membuat luka karena ada kegelisahan yang meretas lorong hatiku, tetapi rindu itu, juga membakar hasratku untuk menjadi lebih hidup. Awalnya, aku ingin mengatakan: sang Rindu, jangan datang. Itu berat, aku tak akan sanggup. Tetapi, setelah aku membiarkan diriku terluka oleh sang rind...

BEDA ITU INDAH

Gambar
"Wah, kita sama mbak. Aku juga suka sayuran. Tapi aku sama suami ku itu beda. aku suka sayuran, dia nggak suka. Aku suka dandan tapi suami ku paling tidak suka kalau aku dandan. pokoknya banyak yang berbeda. kadang sedih. masak satu rumah pilihannya beda-beda." "Susah ya" jawabku.  kami tertawa ringan.  Tiba-tiba saja kami terdiam. Lalu aku menimpali teman praktek ku ini. "Tapi beda itu menyenangkan loh mbak, memacu adrenalin, dengan berbeda, kita belajar banyak hal." kataku. "iya sih, mbak. aku jadi belajar banyak hal, mengenal maunya suami juga belajar mengalah" ungkapnya menutup pembicaraan kami tentang sayur dan perbedaan. Pembicaraan ringan kami ini mulai memenuhi relung permenunganku. "Berbeda" Itulah yang sering terjadi dalam hidup bersama. Bahkan orang yang lair kembar identik pun sarat akan perbedaan. Tetapi mengapa perbedaan itu terkadang bahkan sering menjadi pemicu pertentangan. Karena aku berbeda suku, ras...

BERTEMAN DENGAN SEPI

Gambar
“Saya nggak bisa suster!!!” Ungkap seorang ibu saat aku mengajak untuk masuk dalam keheningan meditasi Kristiani. “kenapa?” tanyaku. “hening itu sepi, sendiri dan saya takut masuk kedalamnya, yang jelas saya tidak kuat. Ingin cepat-cepat mengakhirinya.” “Kenapa bisa begitu??” tanya ku lagi “saya tidak tahu suster” begitu katanya Kami sama-sama terdiam. Kata tidak tahunya membuat ku semakin ingin mengajak ibu ini untuk hening, tapi tentu aku tak ingin memaksanya. “Datanglah minggu depan bu, kalau mau mencoba untuk masuk dalam keheningan. Percayalah, ada banyak hal yang dapat disyukuri.” Kataku mengakhiri pembicaraan kami malam itu. Dan benar saja, dia datang. Aha.. dia menerima tantangan ku, ungkapku dalam hati sambil membalas senyumannya. Aku tidak ikut meditasi. Aku hanya mengantarkan ia bergabung dengan kelompok meditasi yang telah siap di kapel susteran. Lalu aku melanjutkan aktivitasku. Sebelum sang ibu pulang, kami masih sempat berbincang. Beliau bercerita t...

Senja di Mandrehe

Gambar
Hujan telah berhenti membasahi tanah yang kami injak, tetapi telah membuat jalanan menjadi becek. Ini adalah hari kedua ku di tanah Nias. Aku senang, menjelajahi sudut-sudut tanah ini dan menemukan keindahan disetiap tatapan mata. “Jahowu” ungkapan ini selalu ku dengar saat berjumpa dengan orang-orang disana. Ini di Mandrehe. Ya!! Sore itu aku menawarkan diri ikut rombongan pastor untuk mengambil kelapa, tepatnya mengambil makan untuk babi. Aku juga heran, di sini kelapa dijadikan makanan babi. Masih dalam kesunyian saat perjalanan-karena aku belum mengenal setiap pribadi- sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang muncul karena banyak hal baru yang aku rasakan, menjadikan suasana senja itu makin akrab. Aku melompat dari jeep tua yang kami tumpangi. Barisan nyiur melambai menyambut kehadiran kami. Tempat kami megambil kelapa ini adalah daerah pantai dimana salah satu pastor dari Mandrehe berkarya disini. Di tanah, ini, mataku memandang rumah tua yang berdiri kokoh, tapi sera...

SANDAL JEPITKU SAYANG, SANDAL JEPITKU MALANG

Gambar
Terang sudah beranjak meninggalkan bumi, kala aku mengakhiri pertemuan sekolah kamis hari ini. Cepat-cepat kurapikan barang-barangku, dan pamit pada anak-anak. Hujan mulai turun, dan aku mulai gelisah karena petir mulai menyambar di ufuk sana. Ku kenakan sandal jepit yang telah kusiapkan untuk antisipasi jika hujan datang. Lengkap dengan jas hujan aku pun memulai perjalanan pulangku. Aku merasakan hujan semakin menerpa wajahku. Perlahan-lahan ia mengenai mataku. Bisa saja karena aku mengenakan helm zaman now yang kacanya tidak menutup seluruh wajahku. Jika ku lepas kacamata, aku tak lihat, jika kupake penuh dengan butiran air hujan, sama saja aku tak lihat. Oh God, help me. Itu doaku diantara jatuhnya butiran butiran hujan yang mengenai tubuhku. Baru seperempat perjalanan, aku mulai menurunkan tarikan pada gas sepeda motorku. Aku mulai meminggirkan sepeda motor ku dengan reting kiri menyala agar bisa tetap jalan pelan-pelan di arah sebelah kiri. Tiba-tiba aku terkaget, saat a...