Postingan

MEMELUK ERAT SALIB

Gambar
Beberapa hari yang lalu, temanku bercerita padaku bahwa ia sedang di bengkel, menunggu perbaikan mobil yang ditabrakkan oleh temannya pada pohon. Ia mengirimkan photo mobil itu, memang “babak belur”. Namun, ada hal yang menarik untuk direnungkan sebelum gambar mobil itu terkirim padaku. “bukan aku yang menabrakkan, tetapi aku yang sengsara nih..hahahah” begitu ungkapnya. Aku terdiam sejenak. Begitulah kadang kala dalam hidup. Kita menanggung suatu hal yang bukan kesalahan kita. Pikiranku melayang, terbawa pada peristiwa jalan salib. Ya! Tepat pada perhentian kelima. “Yesus ditolong oleh Simon Dari Kirene” beberapa sumber menyebutkan bahwa algojo-algojo memaksa seorang petani untuk yang baru pulang dari ladangnya untuk membantu Yesus memanggul salib Yesus. Aku mencoba masuk dalam perasaan Simon dari Kirene. Suatu kekagetan tentu ia alami, suatu penolakan tentu ia rasakan. Siapakah yang mau berurusan dengan orang yang dianggap musuh oleh semua orang, apalagi sampai harus memb...

INGATKAH KITA?

Gambar
Ingatkah kita,  bahwa tanah yang kita injak ini adalah hasil dari pertumpahan darah yang begitu hebat?  Disini, diantara pekat gelap dan suburnya tanah Indonesia ada perjuangan hidup dan mati para pahlawan. Di tanah ini, darah itu mengalirkan kehidupan agar perbudakan penjajahan diruntuhkan. Agar bangsa yang disebut kaya dan subur ini mempunyai kebebasan. Di tanah ini, darah itu mengalir agar seluruh yang menginjaknya sadar, ada kehidupan yang dikorbankan agar generasi penerusnya dapat hidup dalam persatuan. Di tanah ini, darah itu mengalir agar setiap kaki yang melangkah diatasnya sadar bahwa negara ini dibayar dengan sebuah kecintaan pada sesamanya. Maka enyahlah perseteruan karena perbedaan. Singkirkanlah perselisihan yang meretas keberagaman. Karena darah yang tertumpah ini, terlalu murah harganya jika hanya dibayar dengan kepentingan diri sendiri dan golongan. Karena peluh perjuangan dan air mata kehilangan puluhan tahun silam, terlalu saya...

BERANI HIDUP BERANI MATI

Gambar
Siapa yang ingin kenyamanan dan kebahagiaannya terganggu? Siapa yang menginginkan masalah dalam hidupnya? Siapa yang ingin tersandung batu dalam perjalanannya? Tentu siapapun tidak ingin hal itu terjadi. Tetapi realitanya, hal itu yang sering terjadi dalam kehidupan manusia. Seringkali masalah silih berganti. Jika mau naik kelas, ujiannya tentu makin berat begitu kata banyak orang. Orang mungkin mudah untuk memberi nasihat tetapi bagi yang menjalani tentu tidak mudah, sangat tidak mudah. Beberapa waktu yang lalu, saya membeli tanaman mawar sebagai ucapan proficiat untuk seorang suster. Setelah beberapa hari, bunganya mulai layu dan berguguran. Batangnya satu persatu pun mulai mengering. Karena merasa sayang untuk membuangnya, aku berinisiatif untuk memotong bagian yang kering. Setiap hari, tanaman disiram dan mendapatkan kehangatan matahari. Dan apa yang terjadi??? tak lama berselang dari waktu aku memotongnya, telah tumbuh tunas-tunas baru dan lebih menggembirakan lagi, tunas itu mu...

RINDU

Gambar
                                                             KATAKAN PADAKU.... Apakah rindu itu bertuan? Jika ya, kepada siapakah aku akan mengadukan segala rasa yang berseliweran dalam angan dan rasa ini? Milik-Mu kah itu Tuhan?? Ataukah engkau sendiri adalah sang rindu itu? Ada sebuah hasrat yang dalam untuk berjumpa bahkan saat ia ada dihadapanku. Ya, kerinduan yang tak dapat dibahasakan dengan begitu sempurna, sebagaimana aku menarasikan dengan apik setiap peristiwa yang muncul dalam penglihatan, pendengaran dan perasaanku. Rindu, terasa membuat luka karena ada kegelisahan yang meretas lorong hatiku, tetapi rindu itu, juga membakar hasratku untuk menjadi lebih hidup. Awalnya, aku ingin mengatakan: sang Rindu, jangan datang. Itu berat, aku tak akan sanggup. Tetapi, setelah aku membiarkan diriku terluka oleh sang rind...

BEDA ITU INDAH

Gambar
"Wah, kita sama mbak. Aku juga suka sayuran. Tapi aku sama suami ku itu beda. aku suka sayuran, dia nggak suka. Aku suka dandan tapi suami ku paling tidak suka kalau aku dandan. pokoknya banyak yang berbeda. kadang sedih. masak satu rumah pilihannya beda-beda." "Susah ya" jawabku.  kami tertawa ringan.  Tiba-tiba saja kami terdiam. Lalu aku menimpali teman praktek ku ini. "Tapi beda itu menyenangkan loh mbak, memacu adrenalin, dengan berbeda, kita belajar banyak hal." kataku. "iya sih, mbak. aku jadi belajar banyak hal, mengenal maunya suami juga belajar mengalah" ungkapnya menutup pembicaraan kami tentang sayur dan perbedaan. Pembicaraan ringan kami ini mulai memenuhi relung permenunganku. "Berbeda" Itulah yang sering terjadi dalam hidup bersama. Bahkan orang yang lair kembar identik pun sarat akan perbedaan. Tetapi mengapa perbedaan itu terkadang bahkan sering menjadi pemicu pertentangan. Karena aku berbeda suku, ras...

BERTEMAN DENGAN SEPI

Gambar
“Saya nggak bisa suster!!!” Ungkap seorang ibu saat aku mengajak untuk masuk dalam keheningan meditasi Kristiani. “kenapa?” tanyaku. “hening itu sepi, sendiri dan saya takut masuk kedalamnya, yang jelas saya tidak kuat. Ingin cepat-cepat mengakhirinya.” “Kenapa bisa begitu??” tanya ku lagi “saya tidak tahu suster” begitu katanya Kami sama-sama terdiam. Kata tidak tahunya membuat ku semakin ingin mengajak ibu ini untuk hening, tapi tentu aku tak ingin memaksanya. “Datanglah minggu depan bu, kalau mau mencoba untuk masuk dalam keheningan. Percayalah, ada banyak hal yang dapat disyukuri.” Kataku mengakhiri pembicaraan kami malam itu. Dan benar saja, dia datang. Aha.. dia menerima tantangan ku, ungkapku dalam hati sambil membalas senyumannya. Aku tidak ikut meditasi. Aku hanya mengantarkan ia bergabung dengan kelompok meditasi yang telah siap di kapel susteran. Lalu aku melanjutkan aktivitasku. Sebelum sang ibu pulang, kami masih sempat berbincang. Beliau bercerita t...

Senja di Mandrehe

Gambar
Hujan telah berhenti membasahi tanah yang kami injak, tetapi telah membuat jalanan menjadi becek. Ini adalah hari kedua ku di tanah Nias. Aku senang, menjelajahi sudut-sudut tanah ini dan menemukan keindahan disetiap tatapan mata. “Jahowu” ungkapan ini selalu ku dengar saat berjumpa dengan orang-orang disana. Ini di Mandrehe. Ya!! Sore itu aku menawarkan diri ikut rombongan pastor untuk mengambil kelapa, tepatnya mengambil makan untuk babi. Aku juga heran, di sini kelapa dijadikan makanan babi. Masih dalam kesunyian saat perjalanan-karena aku belum mengenal setiap pribadi- sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang muncul karena banyak hal baru yang aku rasakan, menjadikan suasana senja itu makin akrab. Aku melompat dari jeep tua yang kami tumpangi. Barisan nyiur melambai menyambut kehadiran kami. Tempat kami megambil kelapa ini adalah daerah pantai dimana salah satu pastor dari Mandrehe berkarya disini. Di tanah, ini, mataku memandang rumah tua yang berdiri kokoh, tapi sera...